Oksigendi angkut ke sluruh sel tubuh untuk proses oksidasi oleh.. - 21340240 jastin6252 jastin6252 29.01.2019 Biologi Sekolah Menengah Pertama terjawab Oksigen di angkut ke sluruh sel tubuh untuk proses oksidasi oleh.. A.fibrinogen C.hemoglobin
Fungsihemoglobin adalah mengangkut O2 (oksihemoglobin) dan mengangkut CO2 (karbaminohemoglobin). Oksigen ini kemudian akan digunakan oleh masing-masing sel tubuh untuk membentuk energi melalui proses respirasi seluler. Dengan demikian, dalam darah oksigen diangkut ke seluruh tubuh oleh hemoglobin. Semoga membantu yaa! Beri Rating · 0.0 ( 0) Balas
Oksigenyang diserap oleh darah di paru harus diangkut ke jaringan untuk digunakan oleh sel. Sebaliknya, CO2 yang diproduksi ditingkat sel harus diangkut ke paru untuk dikeluarkan. Oksigen terdapat dalam darah dalam dua bentuk: larut secara fisik dansecara kimiawi berikatan dengan hemoglobin. · O2 YANG LARUT SECARA FISIK
Didalam kapiler arteri darah kemudian diikat oleh hemoglobin. Proses reaksi pengikatan oleh hemoglobin melalui reaksi berikut. yang diikat hemoglobin akan dibawa ke seluruh tubuh untuk diberikan ke sel untuk proses oksidasi. Oksidasi dalam sel akan menghasilkan yang kemudian akan diangkut lewat kapiler vena darah menuju alvelous. CO2 dalam
O2diangkut ke seluruh sel tubuh untuk proses oksidasi oleh . A. Globulin (antibodi) B. Hemoglobin C. Plasma darah D. Fibrinogen
Dilansirdari Encyclopedia Britannica, o diangkut ke seluruh sel tubuh untuk proses oksidasi oleh hemoglobin. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Saat paling baik untuk melakukan olah napas di bawah pohon adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
Oksigendiperlukan oleh seluruh sel-sel tubuh dalam reaksi biokimia (oksidasi biologi) untuk menghasilkan energi berupa ATP (adenosin tri phosphat). lalu diikat dan diangkut oleh darah menuju ke seluruh jaringan tubuh. Sekitar 97% oksigen yang masuk ke dalam darah akan diangkut oleh hemoglobin/eritrosit, sedangkan yang 2-3 % lagi akan larut
Darialat pernapasan, oksigen masih harus diangkut oleh darah atau cairan tubuh ke seluruh sel tubuh yang memerlukan. Selanjutnya oksigen tersebut akan dimanfaatkan untuk oksidasi di dalam sel guna menghasilkan energi (Campbell, 2000). Respirasi merupakan proses untuk menghasilkan energi.
SingkirkanOksidasi Sel-sel Tubuh; Fungsi darah selanjutnya adalah untuk menghilangkan sisa-sisa zat yang tidak berguna dari tubuh. Ini bisa diamati saat Anda melakukan proses pernapasan. Di sini oksigen diangkut melalui darah ke jantung dan diproses dari jantung ke seluruh tubuh dan kemudian dari jantung.
Pembahasan Pernapasan merupakan proses yang dilakukan oleh organisme untuk menghasilkan energi dari hasil metabolisme. Proses pernapasan terjadi dengan menghirup oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbondioksida ke luar tubuh. Proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida ini terjadi di alvelous didalam paru-paru.
hVyF. Pengertian. Respirasi atau Pernapasan dapat diartikan sebagai suatu proses pengambilan oksigen O2 dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan pelepasan karbon dioksida CO2 dari dalam tubuh ke lingkungan yang bertujuan untuk mendapatkan Pernapasan ManusiaSistem pernapasan manusia memiliki organ-organ pernapasan yang menunjang proses pernapasan tersebut memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Organ-organ pernapasan manusia terdiri atas hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan Pernapsan Hidung Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung memiliki rambut, memiliki banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput dalam rongga hidung, udara akan disaring oleh rambut rambut kecil silia dan selaput lendir yang berperan untuk menyaring kotoran debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun merespon adanya pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat katup yang disebut anak anak tekak adalah menutup rongga hidung saat menelan makanan sehingga makanan tidak dapat masuk ke dalam rongga HidungHidung atau rongga hidung memiliki beberp fungsi diantaranya adalah menyaring udara yang masuk hidung, menghangatkan udara sehingga udara dari luar akan sama suhunya dengan tubuh dan melembapkan udara yang masuk saluran Pernapasan Faring atau TekakSetelah melewati rongga hidung, udara selanjutnya masuk ke faring. Faring merupakan saluran penghubung antara rongga hidung dan memiliki panjang antara 12,5–13 cm. Faring terdiri atas tiga bagian, yaitu nasofaring, orofaring, dan merupakan pertemuan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Oleh karena itu, ketika menelan makanan, suatu katup epiglotis akan menutup saluran pernapasan glotis sehingga makanan akan masuk ke saluran Faring TekakEpiglotis yang terdapat dalam farings berfungsi untuk mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan pada persimpangan Pernapasan LaringSetelah melewati faring, udara akan menuju laring. Laring sering disebut sebagai kotak suara karena di dalamnya terdapat pita merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh sembilan tulang satu dari sembilan tulang rawan tersebut adalah tulang rawan tiroid yang berbentuk menyerupai laki-laki dewasa, tulang rawan tiroid lebih besar daripada wanita sehingga membentuk apa yang disebut dengan Pernapasan Trakea Batang TenggorokanTrakea merupakan tabung berbentuk pipa, seperti huruf C yang dibentuk oleh tulang tulang rawan yang berbentuk cincin yang terdiri atas 15 – 20 tersusun atas empat lapisan, yaitu lapisan mukosa, lapisan submukosa, lapisan tulang rawan, dan lapisan adventitia. Lapisan submukosa terdiri atas jaringan tulang rawan terdiri atas kurang lebih 18 tulang rawan berbentuk huruf C. Lapisan adventitia terdiri atas jaringan TrakeaLapisan mukosa terdiri atas sel-sel epitel berlapis semu bersilia yang mengandung sel goblet penghasil lendir mucus.Silia dan lendir berfungsi menyaring debu atau kotoran yang Pernapasan Bronkus Cabang Batang TenggorokanTenggorokan trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Kedua cabang tersebut dinamakan bronkus terhubung dengan paru-paru sebelah kanan dan kiri. Bronkus bercabang-cabang lagi, cabang yang lebih kecil disebut bronkus juga dilapisi lapisan sel epitel selapis silindris BronkusBronkus adalah saluran yang berfungsi menghubungkan trakea dengan paru paru. Bronkus kanan menghubungkan trakea dengan paruparu kanan dan bronkus kiri menghubungkan trakea dengan paru-paru di dalam paru-paru bercabang-cabang yang semakin kecil disebut pernapasan AlveolusBronkiolus bermuara pada alveoli tunggal alveolus, struktur berbentuk bola-bola ukuran kecil yang dikelilingi oleh pembuluh- pembuluh AlveolusEpitel pipih yang melapisi alveoli yang berfungsi memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga Pernapasan Paru Paru PulmoParu- paru terletak di dalam rongga dada thoraks. Rongga dada dan rongga perut dipisahkan oleh suatu selaput yang disebut paru terdiri atas paru- paru kiri pulmo sinister dan paru- paru kanan pulmo dekster. Paru- paru kiri terdiri atas dua lobus, sedangkan paru- paru kanan terdiri atas tiga paru dilapisi oleh selaput atau membran serosa rangkap dua disebut pleura yaitu pleura parietalis dan pleura antara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk meminyaki permukaannya sehingga mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang bergerak saat keadaan sehat kedua lapisan itu saling erat bersentuhan. Namun dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di antaranya menjadi pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil daripada tekanan udara luar 3 – 4 mmHg.Di bagian dalam paru-paru terdapat gelembung halus yang merupakan perluasan permukaan paru- paru yang disebut alveolus dan jumlahnya lebih kurang 300 juta adanya alveolus, luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas daripada luas permukaan Inspirasi dan EkspirasiInspirasi merupakan proses ketika udara masuk ke dalam saluran pernapasan, sedangkan ekspirasi merupakan proses ketika udara keluar dari saluran terjadi ketika menghirup napas dan ekspirasi terjadi ketika mengembuskan napas atau mengeluarkan udara dari dua macam pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan DadaOtot yang berperan aktif dalam pernapasan dada adalah otot antartulang rusuk interkostal.Otot ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu otot antartulang rusuk luar intercostal eksternal yang berperan mengangkat tulang-tulang rusuk, dan otot antartulang rusuk dalam interkostal internal yang berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi Fase Inspirasi atau Inhalasi Pernapasan DadaFase inspirasi adalah fase terjadinya kontraksi otot antartulang rusuk sehingga volume rongga dada volume rongga dada menyebabkan volume paru- paru juga Perubahan volume ini, maka tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk ke dalam salaura Fase Ekspirasi atau Ekshalasi Pernapassan DadaFase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula yang dikuti dengan turunnya tulang rusuk sehingga volume rongga dada menjadi lebih dada yang mengecil menyebabkan volume paru-paru juga perubahan volume ini, maka tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehinggal udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida PerutPada pernapasan perut, otot yang berperan aktif adalah otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Otot -otot diafragma adalah otot yang membatasi rongga perut dan rongga mekanisme pernapasan perut terdiri dari dua fase yaitu fase inspirasi dan fase ekspirasi1 Fase Inspirasi Pernapasan PerutSelama fase inspirasi otot diafragma berkontraksi sehingga posisi permukaan diafragma menjadi volume rongga dada dan paru-paru membesar. Membesarnya volume paru- paru menyebabkan tekanan udara di dalamnya menjadi lebih rendah daripada tekanan udara di luar paru-paru sehingga udara dari luar dapat masuk ke dalam Fase Ekspirasi Pernapasan PerutFase ekspirasi merupakan fase relaksasi otot diafragma kembali ke posisi semula sehingga menyebabkan posisi permukaan diafragma menjadi melengkung ke volume rongga dada dan paru paru mengecil dan tekanan udara di dalam paru paru lebih besar daripada tekanan udara luar, sehingga udara dapat keluar dari Udara dalam Paru-paruVolume udara pernapasan dapat diukur menggunakan alat yang disebut dengan besarnya volume udara di dalam paru- paru dapat dibagi menjadi volume tidal, volume komplementer, volume suplementer, kapasitas vital, dan volume Tidal VT tidal volume,Volume tidal merupakan volume udara yang dapat diinspirasikan maupun diekspirasikan. Setiap pernapasan normal volume tidal adalah lebih kurang 500 cc cm3 atau 500 cadangan inspirasi VCIVolume cadangan inspirasi inspiratory reserve volume atau udara komplementer, yaitu volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas inspirasi biasa, yang besarnya lebih kurang cc cm3 atau cadangan ekspirasi VCEVolume cadangan ekspirasi expiratory reserve volume atau udara suplementer, yaitu volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas ekspirasi biasa, yang besarnya lebih kurang cc cm3 atau sisa Volume ResiduVolume sisa/residu residual volume, yaitu volume udara yang masih tersisa di dalam paru- paru setelah mengeluarkan napas ekspirasi maksimal, yang besarnya lebih kurang cc cm3 atau peristiwa pernapasan diperlukan penyatuan dua volume paru-paru atau lebih. Hal ini disebut kapasitas paruparu. Kapasitas paru-paru meliputiKapasitas vital KVKapasitas vital vital capacity, yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang cc cm3 atau kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan KV + 4600 = VCI + VCE + total paru-paru KTPVolume total paru -paru total lung volume, yaitu volume udara yang dapat ditampung paru- paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang cc cm3 atau mL. Jadi, volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas KTP + 5800 ml. KTP = KV + Pertukaran Gas Oksigen Karbon DioksidaBernapas merupakan kegiatan mengambil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui yang lebih khusus yaitu pertukaran gas yang terjadi di dalam sel dengan PernapasanPernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan luar eksternal dan pernapasan dalam internal.Pernapasan Eksternal External Respiration,Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam eksternal terjadi di dalam paru- paru. Dalam proses ini, oksigen masuk ke dalam darah dan karbon dioksida keluar menuju system pernapasan ekternal, O2 di dalam elveolus paru paru masuk ke kapiler arteri darah dengan cara difusi dapat berlangsung karena adaya perbedaan tekanan parsial antara O2 dalam alveolus dengan oksigen O2 dalam kapiler parsial oksigen O2 dalam alveolus lebih tinggi dibanding oksigen O2 dalam kapiler difusi akan terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang bertekanan parsial dalam kapiler arteri darah O2 kemudian diikat oleh hemoglobin. Proses reaksi pengikatan oksigen O2 oleh hemoglobin melalui reaksi + O2 → HbO2Oksigen atau O2 yang diikat hemoglobin akan dibawa ke seluruh tubuh untuk diberikan ke sel mitokondria untuk proses dalam sel akan menghasilkan CO2 yang kemudian akan diangkut lewat kapiler vena darah menuju dioksida CO2 dalam alvelous ini akan dikeluarkan lewat paru-paru. Karbon dioksida CO2 diangkut sebagai ion bikarbonat HCO3–. Reaksi yang terjadi adalah sebagai + HCO3– → H2CO3 → H2O + CO2Proses Reaksi ini dibantu oleh enzim karbonat anhidrase, yang terdapat dalam sel-sel darah Internal Internal RespirationPernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh pertukaran gas di dalam jaringan tubuh.Oksigen dan karbon dioksida bergerak berlawanan. Oksigen berdifusi dari darah ke dalam sel. Sedangkan karbon dioksida berdifusi dari dalam sel menuju dalam darah berfungsi untuk mengikat dan melepaskan oksigen. Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju oksi hemoglobin akan melepaskan O2 ke dalam jaringan tubuh atau sel. Sesuai reaksi berikutHbO2 → Hb+O2Kemudian O2 diterima oleh mitokondria untuk digunakan pada proses oksidasi. Proses oksidasi mengahasilkan karbon Karbon dioksida CO2 akan berdifusi masuk ke kapiler vena darah. Karbon dioksida CO2 ini akan diangkut oleh kapiler vena darah menuju alveolus dalam paru pengangkutan gas karbon dioksida CO2 melalui tiga cara Karbon dioksida CO2 larut dalam plasma dan membentuk asam karbonat. Mekanisme terjadinya reaksi ini hanya menggunakan 5 persen dari total karbon dioksida yang ada dalam plasma. Reaksinya seperti + H2O → H2CO32. Karbon dioksida diangkut dengan membentuk karbominohemoglobin. Karbon dioksida ini berdifusi ke dalam sel darah merah dan berikatan dengan Amin -NH2. Amin merupakan protein dari ini hanya memanfaatkan 30 persen dari total karbon dioksida yang ada. Secara sederhana,reaksi CO2 dengan Hb dapat ditulis sebagai Hb → HbCO23. Karbon dioksida diangkut dalam bentuk ion bikarbonat HCO3–. Proses ini berantai dan disebut pertukaran dioksida bersenyawa dengan air membentuk asam karbonat, yang mengurai menjadi H+ + HCO3–. Reaksinya seperti berikut CO2 + H2O →H2CO3 + H+ + HCO3–Reaksi ini dibantu oleh enzim karbonat anhydrase. Ion bikarbonat HCO3– akan keluar dari sel darah merah dan masuk plasma HCO3– diganti dengan ion klorida. Proses reaksi memanfaatkan sekitar 65 persen dari total karbon Selular Cellular RespirationPernapasan selular adalah proses kimia yang terjadi di dalam mitokondria sel-sel tubuh. Dalam proses ini, oksigen bereaksi dengan molekul makanan glukosa sehingga energi ini tersimpan dalam bentuk adenosin triphosphate, ATP. Pernapasan selular menghasilkan Karbon dioksida dan Soal Ujian Sistem Pernapasan Dada dan Perut, Pertugaran Gas Okigen Karbon Dioksida,Soal 1. Udara yang masuk atau keluar waktu kita bernapas normal disebut udara . . . .residukomplementercadangancadangan pernapasantidalSoal 2. Di dalam hidung udara pernapasan akan mengalami hal-hal berikut . . . .pembebasan kumanpenghangatan sesuai suhu tubuhpenetralan zat racunpemisahan oksigen dan CO2pembebasan O2 dari uap airSoal 3. Pertukaran O2 darah dengan CO2 dalam sel-sel tubuh disebut pernapasan . . . .internaldadaperutaerobanaerobSoal 4. Urutan saluran pernapasan manusia dari luar ke dalam adalah ….hidung–faring–laring–trakea–bronkus–alveolushidung–laring–faring–trakea–bronkus–alveolushidung–faring–laring–trakea–alveolus–bronkushidung–laring–faring–alveolus–trakea–bronkushidung–alveolus–bronkus–trakea–laring–faringTahapan Proses Sintesis Protein. Penjelasan Contoh Soal50+ Comtoh Soal Ujian Dan Jawaban Sistem Peredaran Darah Besar Kecil Jantung Paru Paru25+ Contoh Soal Ujian Dan Jawaban Metabolisme Anabolisme Katabolisme FotosintesisPenggunaan bahan kimia berlebih menyebabkan ….Jenis Jenis EvolusiPersendian Antar Tulang, Jenis Fungsi ContohJaringan Organ Daun TumbuhanJaringan Gabus Tumbuhan, Cork Tissue25+ Contoh Soal Dan Jawaban Indera Pendengaran Telinga Membran Timpani Eustachius Korti Kanalis SemisirkulisGerakan peristaltik terjadi pada alat pencernaan, kecuali ….123456...19>>Fungsi Organ Pernapasan Dada Perut Paru Paru Eksternal Internal SelularDaftar PustakaStarr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, 2019, “===============
merupakan pengambilan udara masuk berupa oksigen O2 ke dalam paru-paru dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk karbon dioksida CO2 dan uap air. Pengambilan udara masuk ke dalam paru-paru disebut dengan inspirasi dan proses pengeluarannya kembali disebut ekspirasi. Pada proses tersebut terjadi pertukaran gas secara difusi. Paru-paru merupakan bagian terpenting dari organ-organ yang berperan dalam sistem pernapasan. Dalam sistem organ pada manusia, paru-paru memiliki 2 fungsi yaitu sebagai organ respirasipernapasan dan ekskresi. Mengingat pentingnya pernapasan bagi tubuh, kita harus selalu menjaga sistem pernapasan kita. Sehingga kita dapat terhindar dari penyakit yang dapat menyerang sistem pernapasan manusia. Berdasarkan otot yang berperan aktif pada proses pernapasan, pernapasan pada manusia dapat dibedakan menjadi pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan juga dapat dibedakan menjadi langsung dan tidak langsung. Pada pernapasan langsung, pengambilan udara pernapasan dilakukan secara langsung oleh permukaan tubuh dan pada pernapasan tidak langsung melalui saluran pernapasan. Manusia bernapas secara tidak langsung, artinya udara pernapasan tidak berdifusi langsung melalui seluruh permukaan kulit. Jika dilihat dari tahapannya, pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan luar eksternal dan pernapasan dalam internal. Perbedaan pernapasan luar dan dalam adalah sebagai berikut. 1. Pernapasan Luar Eksternal Pernapasan luar merupakan pertukaran gas di dalam paru-paru. Proses yang terjadi pada pernapasan eksternal adalah pertukaran O2 dari udara dalam alveolus dengan CO2 dalam kaplier darah. Proses tersebut berlangsung secara difusi. pertukaran gas O2 dan CO2 pada alveolus sumber google image Penyebab terjadinya difusi O2 dan CO2 di dalam paru-paru ini dikarenakan adanya perbedaan tekanan parsial. Proses difusi akan terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang bertekanan parsial rendah. Udara yang sampai alveoli memiliki tekanan O2 yang lebih tinggi dan tekanan CO2 yang lebih rendah dibandingkan dengan darah dalam pembuluh arteri yang melewati alveoli. Karena tekanan O2 di alveolus lebih tinggi daripada di pembuluh darah, maka O2 akan berdifusi ke dalam darah. Pada saat yang bersamaan dengan difusi oksigen, terjadi juga difusi CO2 dengan arah yang berlawanan, yaitu dari darah ke udara dalam rongga alveolus. Tekanan parsial CO2 dalam alveolus lebih rendah daripada di pembuluh darah, sehingga CO2 berdifusi dari darah ke alveolus. Saat darah meninggalkan kapiler di alveolus, darah tersebut telah memiliki tekanan O2 yang lebih tinggi dan tekanan CO2 yang lebih rendah. Kemudian jantung memompa darah yang kaya akan O2 tersebut dari paru-paru ke seluruh tubuh. Dalam darah, oksigen diikat oleh hemoglobin. Hemoglobin adalah sejenis protein yang terdapat sel darah merah yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin memiliki unsur besi Fe yang menjadi pusat dari molekul hemoglobin. Hemoglobin inilah yang menyebabkan darah bewarna merah. Dalam unsur besi ini, terjadi pengikatan oksigen proses oksigenasi sehingga terbentuk oksihemoglobin HbO2. Hb + O2⎯→ HbO2 2. Pernapasan Dalam Internal Pernapasan dalam pernapasan internal adalah pertukaran O2 dari aliran darah dengan CO2 dari sel-sel jaringan tubuh. Pertukaran gas di dalam jaringan terjadi dengan prinsip yang sama dengan yang terjadi di paru-paru. pertukaran gas O2 dan CO2 pada jaringan tubuh Difusi oksigen keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat terjadi, karena tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di dalam darah. Hal ini disebabkan karena sel-sel secara terus-menerus menggunakan oksigen dalam respirasi selular. Oksigen digunakan sel-sel tubuh untuk proses pembakaran oksidasi untuk menghasilkan energi. Tekanan parsial O2 pada kapiler darah nadi 100 mmHg dan tekanan parsial O2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg. Perbedaan tekanan menyebabkan oksigen dalam darah dilepaskan dari oksihemoglobin ke dalam jaringan tubuh atau sel. Reaksinya adalah sebagai berikut. HbO2 → Hb + O2 Selanjutnya O2 akan diterima oleh mitokondria untuk mengoksidasi zat makananglukosa sehingga dapat dihasilkan energi, gas CO2, dan uap air. Mitokondria adalah organel sel yang berperan sebagai tempat berlangsungnya respirasi sel. Selain membutuhkan O2, respirasi sel juga membutuhkan zat makanan. Ternyata ada kerja sama yang sinergis antara sistem pernapasan dan sistem pencernaan untuk melaksanakan proses oksidasi biologi guna menghasilkan energi. Hal tersebut merupakan contoh bahwa sistem organ yang ada dalam tubuh kita saling berhubungan. Karena karbon dioksida secara terus-menerus dihasilkan oleh sel-sel tubuh sebagai salah satu sisa metabolisme, maka tekanan karbon dioksida menjadi tinggi. Tekanan parsial CO2 dalam jaringan 60 mmHg dan dalam kapiler darah 41 mmHg. Hal tersebutlah yang menyebabkan O2 dapat berdifusi ke dalam jaringan dan CO2 berdifusi ke luar jaringan. CO2 akan berdifusi masuk ke kapiler vena darah. CO2 ini akan diangkut oleh kapiler vena darah menuju alveolus. Pengangkutan CO2 di dalam darah dapat dilakukan dengan tiga cara berikut. 1. Sekitar 60–70% CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat HCO3– oleh plasma darah, setelah asam karbonat yang terbentuk dalam darah terurai menjadiion hidrogen H+ dan ion bikarbonat HCO3–. Ion H+ bersifat racun, oleh sebab itu ion ini segera diikat Hb, sedangkan ion HCO3– meninggalkan eritrosit masuk ke plasma darah. Kedudukan ion HCO3– dalam eritrosit diganti oleh ion klorit. Persamaan reaksinya sebagai berikut. H2O + CO2→ H2CO3→ H++ HCO3– 2. Lebih kurang 25% CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk karboksihemoglobin. Secara sederhana, reaksi CO2 dengan Hb ditulis sebagai berikut. CO2 + Hb → HbCO2 Karboksihemoglobin disebut juga karbominohemoglobin karena bagian dari hemoblogin yang mengikat CO2 adalah gugus asam amino. Reaksinya sebagai berikut. CO2+ RNH2→ RNHCOOH 3. Sekitar 6–10% CO2 diangkut plasma darah dalam bentuk senyawa asam karbonat H2CO3. Tidak semua CO2 yang diangkut darah melalui paru-paru dibebaskan ke udara bebas. Darah yang melewati paru-paru hanya membebaskan 10% CO2. Sisanya sebesar 90% tetap bertahan di dalam darah dalam bentuk ion-ion bikarbonat. Ion-ion bikarbonat dalam darah ini sebagai buffer atau penyangga karena mempunyai peran penting dalam menjaga stabilitas pH darah. Apabila terjadi gangguan pengangkutan CO2 dalam darah, kadar asam karbonat H2CO3 akan meningkat sehingga akan menyebabkan turunnya kadar alkali darah yang berperan sebagai larutan buffer. Jika diilustrasikan perbedaan pernapasan eksternal dan internal adalah sebagai berikut. Perbedaan pernapasan eksternalkanan dan pernapasan internal kiri
- Manusia membutuhkan organ-organ pernapasan untuk bernapas. Organ-organ tersebut bekerja dalam rangkaian sistem pernapasan. Sistem pernapasan sendiri merupakan kerja tubuh yang membantu manusia menyerap oksigen O2 agar organ-organ dapat bekerja. Selain itu, sistem pernapasan juga berfungsi untuk membuang karbon dioksida CO2 dari dalam darah. Menurut e-book "Ilmu Pengetahuan Alam" yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, ada sejumlah organ yang menyusun sistem pernapasan manusia. Organ-organ tersebut antara lain hidung, faring tekak, larang ruang suara, trakea tenggorokan, bronkus, dan paru-paru. Setiap organ-organ pernapasan harus bekerja dengan baik, apabila tidak maka sistem pernapasan akan terganggu. Sehingga penting bagi manusia menjaga kesehatan sistem pernapasannya. Sejumlah penyakit pernapasan akibat virus dan bakteri sebaiknya diwaspadai. Penyakit-penyakit pernapasan tersebut antara lain flu, tuberkolosis TBC, faringitis, hingga COVID-19 yang baru-baru ini menjadi pandemi. Organ-organ pernapasan manusiaOrgan-organ tersebut dibagi secara struktural dan fungsional. Dibagi secara struktural artinya berdasarkan posisi dimana organ-organ tersebut terletak, yaitu - sistem pernapasan atas, yaitu hidung dan faring;- sistem pernapasan bawah yaitu laring, trakea, bronkus, dan secara fungsional artinya berdasarkan fungsi, baik sebagai zona penghubung maupun zona respirasi. Zona penghubung terdiri atas rongga dan saluran yang terhubung di luar maupun dalam paru-paru. Sementara zona respirasi terdiri atas jaringan di dalam paru-paru yang befungsi dalam mengatur pertukaran gas. Pembagian secara fungsional antara lain - zona penghubung, yaitu hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus;- zona respirasi, yaitu organ memiliki fungsinya masing-masing. Berikut fungsi setiap organ dalam sistem pernapasan manusia - Hidung untuk menyesuaikan suhu udara yang dihirup dan menyaring udara dari debu, kotoran, virus, dan Faring untuk jalur masuk udara dan makanan, ruang resonansi suara, serta tempat tonsil yang melakukan reaksi kekebalan tubuh dengan melawan benda Laring untuk menghasilkan gelombang suara, mengeluarkan partikel kecil seperti debu, asap, makanan, dan minuman dengan batuk refleks, dan menghubungkan faring dan Trakea untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan dan menghubungkan antara laring dan Bronkus dan bronkiolus untuk memberikan jalur udara dari trakea ke Paru-paru untuk mendukung proses pertukaran O2 dan Alveolus untuk menyerap oksigen, melakukan pertukaran gas, dan menyalurkan oksigen agar dapat masuk ke aliran darah. Bentuk jamak dari alveolus adalah pertukaran gas O2 dan CO2 di tubuh manusiaHal utama yang terjadi dalam sistem pernapasan adalah pertukaran gas. Menurut modul "Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan" proses ini meliputi serangkaian mekanisme. Pertama oksigen O2 masuk ke dalam tubuh melalui fase inspirasi. Fase ini ditandai dengan bekontraksinya diafragma dan otot dada yang menyebabkan rongga dada membesar. Udara yang masuk dalam fase ini kemudian melewati serangkaian organ pernapasan hingga alveolus. Selanjutnya, pada alveolus terjadi difusi O2 ke kapiler paru-paru yang ada didinding alveolus. Di kapiler arteri, oksigen diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin. Hal ini menyebabkan oksigen menjadi jenuh. Hemoglobin kemudian mengangkut O2 ke seluruh jaringan dan sel-sel tubuh. Semakin banyak O2 yang digunakan oleh tubuh, semakin banyak pula karbondioksida CO2 yang terbentuk. CO2 sendiri merupakan limbah bagi tubuh sehingga perlu dikeluarkan. CO2 dibawa dari sel-sel tubuh ke kapiler vena, baru setelahnya diangkut oleh eritrosit menuju paru-paru. Di dalam paru-paru, CO2 kembali menuju alveolus untuk mengalami fase ekspirasi, atau melepaskan CO2. Saat fase ini diafragma dan otot dada berelaksasi yang menyebabkan volume dada kembali normal. Infografik SC Human Respiratory System. juga Sistem Pernapasan Cara Mengetahui Frekuensi & Volume Pernapasan Sistem Pernapasan Struktur, Organ, Pengertian Inspirasi-Ekspirasi - Pendidikan Kontributor Yonada NancyPenulis Yonada NancyEditor Yandri Daniel Damaledo